Skip to content

3 Tips Belajar Pemrograman Otodidak untuk Pemula

3 Tips Belajar Pemrograman Otodidak untuk Pemula

Pemrograman adalah salah satu skill yang saat ini banyak populer untuk dipelajari. Tidak hanya oleh mereka yang mengenyam pendidikan di jurusan Ilmu Komputer atau Teknik Informatika saja, tapi juga oleh berbagai kalangan lain. Apakah Anda salah satunya?

Kepopuleran ini disebabkan karena tingginya kebutuhan developer dan programmer di industri teknologi. Skill IT yang baik akan memudahkan Anda untuk bekerja di berbagai startup atau perusahaan teknologi yang belakangan berkembang dengan sangat pesat.

Bagi pemula, belajar pemrograman mungkin tidak mudah. Walaupun saat ini sudah banyak kursus berbayar yang akan membantu Anda mempelajari kemampuan ini, terkadang beberapa dari kita lebih suka belajar secara otodidak.

Awalnya memang tampak sulit, tapi ternyata belajar pemrograman secara otodidak bukan tidak mungkin, lho! Yang penting, kita melakukannya dengan serius dan konsisten.

Tips Belajar Bahasa Pemrograman Secara Otodidak

Dalam artikel ini, Anda akan mengetahui apa saja tips yang bisa Anda coba untuk mulai belajar pemrograman otodidak. Tips-tips ini akan memudahkan proses belajar dan membuat Anda makin semangat menguasai skill yang satu ini.

1. Menentukan Bahasa Pemrograman Awal

Hingga saat ini, ada banyak jenis bahasa pemrograman di dunia. Apakah Anda harus mempelajari semuanya sekaligus? Tentu tidak. Sebagai pemula yang belajar otodidak, pilihlah bahasa pemrograman yang dasar dan dapat dipelajari dengan mudah.

Fokuskan pembelajaran di sana sebelum melangkah ke bahasa pemrograman lain.  Menyesuaikan bahasa pemrograman dengan kemampuan awal yang kita miliki sangatlah penting, agar bisa tetap konsisten dan termotivasi.

Bayangkan bila Anda adalah pemula yang belum memiliki dasar sama sekali, tapi langsung mencoba mempelajari bahasa yang rumit. Anda mungkin akan mengalami banyak hambatan selama belajar dan cenderung jadi cepat menyerah.

Namun, jika Anda belajar secara bertahap, mulai dari yang mudah dulu kemudian baru melanjutkan ke yang lebih sulit, Anda akan lebih mudah memahaminya. Bahasa pemrograman yang kami rekomendasikan bagi pemula adalah HTML dan CSS, setelah menguasai keduanya Anda mungkin bisa melanjutkan Javascript atau PHP.

2. Buat Jadwal Belajar Rutin

Buatlah jadwal belajar yang dapat Anda ikuti secara konsisten tanpa putus. Jangan terlalu memaksakan diri untuk belajar berjam-jam selama satu hari sekaligus. Mulailah dengan meluangkan waktu 30 menit hingga 1 jam setiap harinya untuk belajar pemrograman.

Dengan jadwal belar rutin, Anda bisa lebih fokus dan mudah menyerap materi. Ini juga membuat Anda lebih konsisten dan pembelajaran pun lebih efektif ke depannya.

3. Praktek dan Portofolio

Mempelajari konsep dasar memang sangat membantu, tapi semua akan percuma jika Anda tidak mempraktekkannya. Setelah membaca berbagai modul atau menonton tutorial, terapkanlah hasil pembelajaran itu pada proyek-proyek kecil.

Proyek kecil ini akan memudahkan Anda untuk memahami konsep yang sudah Anda pelajari dan mengasah skill Anda. Selain itu, Anda juga dapat memasukkan project yang sudah Anda kerjakan ke portofolio nantinya. Portofolio yang Anda buat akan sangat membantu Anda untuk memasuki dunia kerja dengan kemampuan yang Anda miliki.

Penutup

Demikianlah cara mempelajari bahasa pemrograman secara otodidak. Jangan lupa menerapkan tips-tips ini agar kemampuan programming Anda semakin meningkat!

Sebagai programmer, membangun portofolio yang meyakinkan tentu akan memudahkan dalam mencari pekerjaan dan membangun personal branding. Untuk membuat website portofolio, Anda bisa mencoba layanan Cloud Hosting dari KencengSolusIndo yang handal dan cepat. Semoga bermanfaat, ya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *